Ya Allah...
Aku tertipu lagi ya Allah,sedih sangat-sangat. Mengapakah ada yang sanggup memungkiri janji , janji dipermainkan,Ya Allah tidak tertanggung aku dibuatnya... Ya Allah adakah ini caranya diuji olehMu Ya Allah,
Ya Allah, alangkah indahnya janji setiap janji yang ku terima itu dikotakan... ya Allah ku percaya kata-kata mereka, ...walaupun kususah namun ku buat-buat mampu, ku yakin dengan janjiMu ya Allah lagi susah lagi kena menolong yang berada dalam kesusahan.
Ya Allah... ku percaya dengan kata-kata mereka... sanggup ku korbankan demi menolong... tetapi mereka, berjanji tinggal janji. Ku tunggu... ku tungu dan tunggu tidak kunjung tiba, sedangkan aku sangat-sangat memerlukannya... ku mahu dan mohon mereka mudah sebagaimana mudahnya ku menolong mereka ... sanggupku dan anak-anak hidup susah demi membantu .Kesusahan tolak tepi anaku cukup faham katanya kita kaya senyum, kaya hati,,, gembira selalu walaupun pahit, tenang jiwaku anakku memahaminya.
Ya Allah akhirnya gugur juga manik-manik menitis kelopak mataku ini rupanya tak tertahan juga perasaanku ini dikala sujud padaMu Allah, disaat keampunan ku pinta... ampunkan hambaMu ini ya Allah... Ampunkan dosa-dosaku ya Allah... Berat rasanya... tidak tertanggung diri ini...\Dari kecil hingga dewasa bersilih ganti ujian demi ujian dilalui.... ku kenal erti kesusahan... ketika remaja hidupku penuh liku dengan onak dan duri,
Ya Allah, ku diuji lagi... senyum dari dalam selepas kepahitan ditelan sepahit-pahitnya. ya Allah orang yang kukenali dekat dan jauh , rupanya ada segelintirnya mengambil kesempata diatas kelemahanku yang , lembut dan tak tegas , buat baik tak kira diri,... kurenung anak-anaku yan bergelar yatim... hakmu pun diambilnya... ya Allah jerit batinku ... ku hanya mampu merintih , merayu padaMu ... hanyalah bisikan hati kecilku menyusup disanubari.Allah Ada , Allah Ada. Allah tempat untuk merintih hatiku berkata-kata,.. ku tertunduk lesu... apapun terjadi ku hanya ada Allah tempatku meluahkan segalanya... ya Allah,... bertuahnya diri ini dikala kesedihan ini yang menyelubungi jiwa ini... tenang jiwa ini menyebut dengan mata hati nama Mu ya Allah.
YaALLAH KUSABAR LAGI YA ALLAH, SABAR, SABAR, ITU YANG MAMPU KUTITIPKAN...
Ya Allah padaMu jua ku merintih , ku redha ya Allah kau ujiku dengan ujian ini... tetekala harta kesayanganku menjadi semacam harta mereka... ya Allah... ku yakin Kau akan memberi yang lebih baik untukku...hatiku hanya mengharap pada Mu ya Allah ... ku pasrah...
Tuesday, 13 December 2011
Wednesday, 23 November 2011
NIKMATNYA LAPAR
Teringatku dulu-dulu...
Susah itu perit
senang itu manis
sebelum senang
susah dahulu
nyata nikmat selepas diuji
Air menjadi tempat diuji
ku minum air niatnya roti
ku minum air niatnya nasi
ku minum air niatnya kuih
Air untuk dahaga
Namun niatnya lain...
kenyang terasa...
asal je niat itu ada
peduli apa...
nilaian orang tak ke mana
asal diri tahu itu niatnya
yang penting Allah Maha Mengetahui
Akhirnya kenyang juga rasanya ...Air
Alhamdulillah...
Susah itu perit
senang itu manis
sebelum senang
susah dahulu
nyata nikmat selepas diuji
Air menjadi tempat diuji
ku minum air niatnya roti
ku minum air niatnya nasi
ku minum air niatnya kuih
Air untuk dahaga
Namun niatnya lain...
kenyang terasa...
asal je niat itu ada
peduli apa...
nilaian orang tak ke mana
asal diri tahu itu niatnya
yang penting Allah Maha Mengetahui
Akhirnya kenyang juga rasanya ...Air
Alhamdulillah...
HARTA KU BUKAN MILIK KU
Harta ku , Anak-anaku
Anak-anaku hartaku
tapi bukan milikku
Hartaku miliNya
Pinjaman di beri seketika cuma
bukan milikku ...
Jasadku bukan ku punya...
ku lihat jariku bukan ku punya
cantik milikNya
Anak-anaku hartaku
tapi bukan milikku
Hartaku miliNya
Pinjaman di beri seketika cuma
bukan milikku ...
Jasadku bukan ku punya...
ku lihat jariku bukan ku punya
cantik milikNya
KETENANGAN DI CARI
Keheningan malam dinanti
dibasahi dengan air suci
bersujud mencari ketenangan hati
Tidak sabar untuk bertemu
berbicara, muhasabah diri
merintih... merayu...
Itu sudah pasti
Engkau Maha Mengetahui
hambaMu ini...
hambaMu ini ingin mengadu
bergetar jantungnya merinduiMu
HambaMu ini lemah
hambaMu ini hina Selayaknya diuju sedemikian rupa
hambaMu ini kesedihan
Ya Allah itu yang mampu ku sebut
Ya Allah jangan Kau lalaikan diri ini , hati ini
dari mengingatiMu Ya Allah
ketika susah dan senang
ya Allah... Ya Allah ... Ya Allah
Air mata keinsafan
heningnya ... tak tertahan
kerdilnya aku seorang hamba
Air mata bukan paksaan
Air mata mengenangkan layakkah aku...
merinduiNya
dibasahi dengan air suci
bersujud mencari ketenangan hati
Tidak sabar untuk bertemu
berbicara, muhasabah diri
merintih... merayu...
Itu sudah pasti
Engkau Maha Mengetahui
hambaMu ini...
hambaMu ini ingin mengadu
bergetar jantungnya merinduiMu
HambaMu ini lemah
hambaMu ini hina Selayaknya diuju sedemikian rupa
hambaMu ini kesedihan
Ya Allah itu yang mampu ku sebut
Ya Allah jangan Kau lalaikan diri ini , hati ini
dari mengingatiMu Ya Allah
ketika susah dan senang
ya Allah... Ya Allah ... Ya Allah
Air mata keinsafan
heningnya ... tak tertahan
kerdilnya aku seorang hamba
Air mata bukan paksaan
Air mata mengenangkan layakkah aku...
merinduiNya
JAWAPANNYA "AKU BUKANNYA HEBAT KAU TERSALAH ORANG NI"
Suatu kisah
ambil iktibar
untuk sang bertanya
ingin tahu
ingin jawapan
Tempatnya mesti bertanya
namun pertanyaan
tetap di hati
suatu terjadi
tidak diduga
Diluahkan pertama kali
jawapan diberi
panjang lebar
pertukaran ,perkongsian ilmu
dihangatkan
pertanyaan kali ke dua
muqaddimah bermula
di salah anggap
disalah erti
tinggi suara bukan kepalang
Pertanyaan terhenti
luahan tertutup
sang bertanya
menjadi kaku
keluhan hati bermula
Adakah hinanya seorang penanya?
diherdik sedemikian rupa
luarannya memang teserlah
kehebatan majlis ilmu
sebab itu penanya ingin bertanya
Tetapi lain jadinya
Apakah anggapan disalah erti?
sehingga ada disalah tafsiran
penanya terkedu
Tempatnya hanya Satu
padamu Allah dimuhasabahkan diri...
TempatMu Allah selayaknya ku merintih, mengadu
ambil iktibar
untuk sang bertanya
ingin tahu
ingin jawapan
Tempatnya mesti bertanya
namun pertanyaan
tetap di hati
suatu terjadi
tidak diduga
Diluahkan pertama kali
jawapan diberi
panjang lebar
pertukaran ,perkongsian ilmu
dihangatkan
pertanyaan kali ke dua
muqaddimah bermula
di salah anggap
disalah erti
tinggi suara bukan kepalang
Pertanyaan terhenti
luahan tertutup
sang bertanya
menjadi kaku
keluhan hati bermula
Adakah hinanya seorang penanya?
diherdik sedemikian rupa
luarannya memang teserlah
kehebatan majlis ilmu
sebab itu penanya ingin bertanya
Tetapi lain jadinya
Apakah anggapan disalah erti?
sehingga ada disalah tafsiran
penanya terkedu
Tempatnya hanya Satu
padamu Allah dimuhasabahkan diri...
TempatMu Allah selayaknya ku merintih, mengadu
HATIKU BERKATA-KATA
Apabila hati terguris
mudah disakiti
tanpa disedari
Lahiriah nampak sempurna
nilaian manusia elok sahaja
Tidak ada cacat cela
pada pandangan biasa
namun hakikatnya
tutur bicara
tetap tidak dijaga
di mana adab sopan
sedangkan Rasul Akhlaknya Al-quran
menjadi teladan
sepanjang zaman
Laluan hidup penuh diuji
inikan pula ummatnya...
Apa susah ikut sahaja teladan
Junjungan kita
habis cerita
Tapi...
Lain dapat lain dibuatnya...
Renubg-renung
tak kemana juga
kembali ke tempat
kekal abadi
nun di sana baru bermula
Apakah ini?
Baru tahu apa itu suruhan?
Apa itu larangan?
Sudah terlambat untuk dibaiki
sesal dahulu pendapatan
sesal kemudian tidak ada maknanya...
mudah disakiti
tanpa disedari
Lahiriah nampak sempurna
nilaian manusia elok sahaja
Tidak ada cacat cela
pada pandangan biasa
namun hakikatnya
tutur bicara
tetap tidak dijaga
di mana adab sopan
sedangkan Rasul Akhlaknya Al-quran
menjadi teladan
sepanjang zaman
Laluan hidup penuh diuji
inikan pula ummatnya...
Apa susah ikut sahaja teladan
Junjungan kita
habis cerita
Tapi...
Lain dapat lain dibuatnya...
Renubg-renung
tak kemana juga
kembali ke tempat
kekal abadi
nun di sana baru bermula
Apakah ini?
Baru tahu apa itu suruhan?
Apa itu larangan?
Sudah terlambat untuk dibaiki
sesal dahulu pendapatan
sesal kemudian tidak ada maknanya...
Sunday, 23 October 2011
DOA
Titisan air mata
Mengiringi pemergianmu
Ku panjatkan sekalung
restu dari Ilahi
agar rohmu sentiasa diberkati
Aku disini tetap aku
seorang hamba yang setia
dengan janji.....
akan ku himpunkan doa-doa
buatmu setiap kali lima waktu
ku dirikan agar tenang
jasadmu dan jauhkan siksaan
Amin.....
Mengiringi pemergianmu
Ku panjatkan sekalung
restu dari Ilahi
agar rohmu sentiasa diberkati
Aku disini tetap aku
seorang hamba yang setia
dengan janji.....
akan ku himpunkan doa-doa
buatmu setiap kali lima waktu
ku dirikan agar tenang
jasadmu dan jauhkan siksaan
Amin.....
Sunday, 9 October 2011
Kesedaran dihati ini
Ku renungi baldi biru itu
kosong sahaja
peluhku belum kering
masih terasa bahan teriknya mentari
gerutus hatiku...
mana perginya ehsan diri
tangan ku capai tali
terlompat lompat tarik timba dalam perigi
jadi lagi, semalam begini, hari ini sama lagi
sayu hati ini
Angkara apa ini
hilai tawa singgah ditelinga ini
ku sabarkan diri
bimbit baldi sambil terjungkit jungkit
sabar, sabar, sabar
rupanya kunci airku dipusing pusing
mataku mula digenangi air
sanggup diperlaku sebegini
inikah nama jiran saudara sedarah daging
ku lapkan air hening dihujung kain
senyum sinis menengok ku bongkokkan badan
tangan memulas kekunci air
hati berdoa... Ya Allah tunjukilah hidayahMu padanya yaALLAH
kain biruku baju putihku terkena karat
ku tahu siapa diri ini tidak beribu
Adik-adik melompat girang
Air terpancut terkena badan
melompat riang menerima air
nikmatnya tidak terkira bebesen besen kain menunggu
jariku halus menyental satu persatu
runtingku bermula lagi
selesai babak satu babak kedua menyusul
seperti ibu menyuapkan ke satu mulut ke satu mulut
jerit perih sudah menjadi biasa
besok menunggu episod baru...
(kenangan dulu-dulu terpahat di hati ini)
kosong sahaja
peluhku belum kering
masih terasa bahan teriknya mentari
gerutus hatiku...
mana perginya ehsan diri
tangan ku capai tali
terlompat lompat tarik timba dalam perigi
jadi lagi, semalam begini, hari ini sama lagi
sayu hati ini
Angkara apa ini
hilai tawa singgah ditelinga ini
ku sabarkan diri
bimbit baldi sambil terjungkit jungkit
sabar, sabar, sabar
rupanya kunci airku dipusing pusing
mataku mula digenangi air
sanggup diperlaku sebegini
inikah nama jiran saudara sedarah daging
ku lapkan air hening dihujung kain
senyum sinis menengok ku bongkokkan badan
tangan memulas kekunci air
hati berdoa... Ya Allah tunjukilah hidayahMu padanya yaALLAH
kain biruku baju putihku terkena karat
ku tahu siapa diri ini tidak beribu
Adik-adik melompat girang
Air terpancut terkena badan
melompat riang menerima air
nikmatnya tidak terkira bebesen besen kain menunggu
jariku halus menyental satu persatu
runtingku bermula lagi
selesai babak satu babak kedua menyusul
seperti ibu menyuapkan ke satu mulut ke satu mulut
jerit perih sudah menjadi biasa
besok menunggu episod baru...
(kenangan dulu-dulu terpahat di hati ini)
Wednesday, 11 May 2011
Mencari Jawapan
Ku renungi , ku hayati kata-kata itu
ku mahu fahami apa maksudnya
tidakku mengerti apa masalahnya,
bahasa yang senang disusahkannya
Fahamilah...
larangan tetap larangan
suruhan tetap suruhan
Alangkah indahnya,
apa yang disuruh diikuti
apa yang dilarang ditinggalkan
Hargai diri dengan tidak ternilai
di mana perginya syariat
hilang segala maruah diri
nama dikejari kepentingan diri
Renungilah...Muslimatku... Puteriku.
Apabila ada kematian diperlukan ia
Apabila majlis ilmu diperlukan ia
lebih-lebih lagi mengadap Ilahi
amat-amat memerlukannya
Hayatilah...
Ketika terbujur kaku
seluruh tubuh hinggalah kepala,
sangat memerlukannya
dimana lagi mahu dihitung
semuanya memerlukannya.
tapi... hati keras hati batu
tetap tidak mahu menerimanya
sedangkan hukum tetap hukum
tutup tetap tutup
kurenung lagi
apakah syariat yang indah ini
menjadikan kaum sejenisku
mempermain-mainkannya
sayu hati ini.... Syariat ini dipermain-mainkan
tutup tidak seperti tutup
yang cantik elok didedahkan
yang manis indah dicomotkan
menjadi cacat ...tidak sempurna.
ku cari lagi jawapannya...
tidak ku temui...
apa masalahnya
yang senang jadi susah
ikut saja hukum syariat
Ayu mata memandang
sopan gerak laku indah bahasa
menjadi ukuran
tutup kepala,
muka dan tangan dizahirkan
itulah jawapan yang ku cari ...
namun hati ini berkata-kata
mengapa disaat kematian baru ditutup
mengapa disaat majlis ilmu baru ditutup
menghadap Ilahi sudah tentu menjadi kewajiban
carilah jawapannnya...
tidak perlu ego
tidak perlu angkuh
tidak perlu riyak
tidak perlu sombong,
Akhirnya kau bernama wanita, ibu . puteri
disaat itu sangat memerlukannya
tidak usah membelakangkannya
hukum tetap hukum
kalau begitu ,,,,
buat apa kau perlukannya
ditika waktu majlis agama
sedangkan waktu biasa kau bukakanya
Buat apa kau perlukannya waktu kematian
ditika waktu biasa
kau membiarkan mata ajnabi meratap seluruhnya
dimana maruahmu ...
haram tetap haram
haram tidak akan menjadi halal
apakah itu susah difahami...
Al-quran telah nyata dan jelas
mengapa hati kaum sejenisku
susah memahami menghayati
mengikuti apa yang termaktub
ingatlah... balasan menanti disana..
.
jangan mempermainkan
mempersendakan hukum Allah
janji Allah itu benar...
hayatilah.. renungilah
mengapa kita memerlukannya...
jawapan tentu ada
setiap persoalan ada jawapannya
renung-renungkanlah.
ku mahu fahami apa maksudnya
tidakku mengerti apa masalahnya,
bahasa yang senang disusahkannya
Fahamilah...
larangan tetap larangan
suruhan tetap suruhan
Alangkah indahnya,
apa yang disuruh diikuti
apa yang dilarang ditinggalkan
Hargai diri dengan tidak ternilai
di mana perginya syariat
hilang segala maruah diri
nama dikejari kepentingan diri
Renungilah...Muslimatku... Puteriku.
Apabila ada kematian diperlukan ia
Apabila majlis ilmu diperlukan ia
lebih-lebih lagi mengadap Ilahi
amat-amat memerlukannya
Hayatilah...
Ketika terbujur kaku
seluruh tubuh hinggalah kepala,
sangat memerlukannya
dimana lagi mahu dihitung
semuanya memerlukannya.
tapi... hati keras hati batu
tetap tidak mahu menerimanya
sedangkan hukum tetap hukum
tutup tetap tutup
kurenung lagi
apakah syariat yang indah ini
menjadikan kaum sejenisku
mempermain-mainkannya
sayu hati ini.... Syariat ini dipermain-mainkan
tutup tidak seperti tutup
yang cantik elok didedahkan
yang manis indah dicomotkan
menjadi cacat ...tidak sempurna.
ku cari lagi jawapannya...
tidak ku temui...
apa masalahnya
yang senang jadi susah
ikut saja hukum syariat
Ayu mata memandang
sopan gerak laku indah bahasa
menjadi ukuran
tutup kepala,
muka dan tangan dizahirkan
itulah jawapan yang ku cari ...
namun hati ini berkata-kata
mengapa disaat kematian baru ditutup
mengapa disaat majlis ilmu baru ditutup
menghadap Ilahi sudah tentu menjadi kewajiban
carilah jawapannnya...
tidak perlu ego
tidak perlu angkuh
tidak perlu riyak
tidak perlu sombong,
Akhirnya kau bernama wanita, ibu . puteri
disaat itu sangat memerlukannya
tidak usah membelakangkannya
hukum tetap hukum
kalau begitu ,,,,
buat apa kau perlukannya
ditika waktu majlis agama
sedangkan waktu biasa kau bukakanya
Buat apa kau perlukannya waktu kematian
ditika waktu biasa
kau membiarkan mata ajnabi meratap seluruhnya
dimana maruahmu ...
haram tetap haram
haram tidak akan menjadi halal
apakah itu susah difahami...
Al-quran telah nyata dan jelas
mengapa hati kaum sejenisku
susah memahami menghayati
mengikuti apa yang termaktub
ingatlah... balasan menanti disana..
.
jangan mempermainkan
mempersendakan hukum Allah
janji Allah itu benar...
hayatilah.. renungilah
mengapa kita memerlukannya...
jawapan tentu ada
setiap persoalan ada jawapannya
renung-renungkanlah.
Wednesday, 4 May 2011
Damainya Hati ini mengingatiMu
Ujian yang dilalui tidak terasa pahitnya apabila dihadapi dengan ketabahan... kegembiraan yang dikecapi hanyalah sebagai pinjaman dariMu ya Rabbi... disaatku diuji dengan ujian yang sangat hebat kurasakan ... namun rahmatMu dengan kasih sayangMu Kau berikan padakui dengan berbentuk ujian.... Ku pasrah dan ku berserah padaMu... apabila menyebut namaMu... hatiku jiwaku bergetar .... rasa kehambaan yang terlalu kerdil ...hatiku menangis ...sayu... yang teramat apabila namaMu terpahat dihatiku ini... tidak siapa tahu kecuali Mu lah yang Maha Mengetahui segala-galanya... Ku menangis semahu-mahunya teramat rindu padaMu... Apakah diri ini layak untuk dirindui... Ya Allah kurniakanlah dalam diriku, jiwaku, hatiku sentiasa mengingatiMu janganlah Kau lalaikan diri ini Ya Allah... ku merayu padaMu....
Hidupku ini kurasakan amat singkat untuk dihitung dengan mengecapi kebahagiaan yang dicari ... bahagia itu bukan pada harta yang dimiliki, bukan pada anak-anak, bukan pada keluarga, bukan pada kerjaya, bukan pada kedudukan ,.. namun bahagia itu terletak pada hati, ikhlas redha ,...tenang apabila menyebut namaNya.. terus hati ini bergetar... ingat padaNya ... takut padaNya... rindu padaNya ...Kau asuhkan diriku ini dengan ujian ... Kau berikan aku kenikmatan dengan ujian Kau ambilkan kembali kesenanganku dengan ujian, Kau berikan kebahagiaan padaku hanyalah untuk pinjaman ... ku diuji lagi dan lagi... tapi hatiku berkata-kata ku layak diuji oleh Mu ya Allah. Disaatku diuji .... ku hiburkan hati ini dengan menghayati kisah teladan Nabi Ayub a.s.. dimana isterinya yang sangat tabah dengan ujian ...disini siapa lah aku ..muhasabah diri ini...aku nekad ... aku redha...ku berjanji pada diri ku .. ku akan jaganya samapi akhir hayatku... Allah Maha Mengetahui... isi hatiku... betapa diri ini amat-amat memerlukanNya.. disaatku susah, derita sedih, gembira Kaulah tempatku merayu , merintih mengadu, tempatku luahkan segala-galanya... hatiku puas ku menangis semahu-mahunya... biarlah setiap insan tidak mengetahuinya rintihan hati kecilku menangis.... Aku tidak malu menagis padaNya ,.. sebabNya Dialah yang Maha Memahami setiap rayuan rintihan hambaNya yang hina ini ..Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ..
Masih terbayang lagi di fikiran ini seperti baru semalam di lalui... ingatan ini sampai akhirnya tidak akan terpadam... Insan yang mengalami ujian seperti ini akan memahami "ibarat mata memandang berat lagi bahu memikul".Kehilangan orang yang disayangi dipisahkan disebabkan Allah lebih menyanyanginya tidak sama dengan perpisahan sesama sendiri di dunia ini. Tiba-tiba sahaja ingatan ini datang mencengkam diri ini, hati ini menjadi sayu... terbayang satu persatu , dikala tangan ini menyuap makanan ke mulutnya, dikala tangan ini mengusap air ke badannya, dikala mata ini bersengkang menjaganya ... disaat hati ini merintih dengan doa yang tidak putus-putus merayu ... padaMu ringankan kesakitannya Ya Allah.... Ku tak terdaya melihatnya ... tapi ku mohon padaMu tetaplah kesetiaanku ini menjaganya hingga ke akhirnya,,.. dikala tangan ini mengambil wudhu' untuknya tidak putus-putus doaku ...panjatkan padaMu ..lihatlah hambaMu ini .... ringankanlah, kurangkanlah sakitnya... dikala tangan ini menyucikan najisnya tanpa jemunya... teringatku pada kata-katanya "maafkan abang dik tak sempat nak mengensut kaki sakit",, ku hanya tersenyum.dengan jawapan " tak apa bang inikan tanggungjawab dik"..kulihat airmatanya bergenang .kuhiburkan hatinya dengan kata-kata "abang jangan bimbang isteri abang ni kan kuat jaga abang sampai akhir hayat tau".Aku tak akan mengeluh ku tahu bukan senang nak dapat pahala disisi Allah..Ku kenalah bersabar, bersabar, bersabar... sehinggalah sabar itu menjadi indah, tenang , manis . Orang yang bersabar menghadapi ujian sahaja akan tahu nikmat sabar...
Sekarang kenangan manis itu tetap tersimpan kemas dimemori ku ini , teringat waktu bersama-sama denganya... sentiasa solat berjamaah ,, lepas maghrib baca Quran sama-sama, saling bermaafan ketika menyedari kesalahan masing-masing ... tapi hanya seketika sahaja Allah pinjamkan kemanisan itu ... Allah takdirkan padaku pasangan yang mengidap penyakit sebagai ujian untukku, kuredha... atas ketentuanNya. Allah jodohkan ku itu adalah terbaik bagi ku... walaupun ada kelemahan tapi disebaliknya ada kelebihan... dimana kekuatan agama menjadi tunjang itulah kebahagiaannya.. walaupun selama lima tahun ku menjaganya, ketika sakit .. kuingat selama lima tahun jugalah dia sebagai seorang suami ketika sihat menjagaku dengan baik sekali.. amal syariat dijaganya.. sebaik mungkin hatta bab berpakaian, pergaulan,pertuturan amat dijaga menepati syariat ..hati ini amat bersyukur sangat-sangat Allah pertemukan dengannya walaupun bukan berstatuskan gelaran "ustaz".
Tapi kini kenangan tetap kenangan... kulihat wajah anak-anak..ingatanku mengimbas kembali disaatku diuji dengan kesusahan, putus bekalan makanan, pernah kehabisan wang , kehabisan beras, milo, gula , tapi Allah tidak akan membiarkan hambaNya berada dalam kesedihan.. ku yakin Allah bersama-sama orang yang sabar , tidak bersangka buruk , Allah sayang pada hambaNya ini ..ku yakin Allah Maha Menolong mendengar rintihan hambanya ini.. memang betul apa yang kita yakin mengharap pertolongan Allah semata-mata ... akan datang pertolongan Allah tanpa disangka-sangka Sehingga hati ini tidak ada sedikit pun rasa risau gundah, tenang sahaja hati ini sebab ku yakin Allah tidak akan membiarkan hambaNya ini berduka sengsara, kumasih ingat lagi ada hamba Allah datang ke rumah mengetup pintu pada waktu malam jam 10.lebih waktu itu mata ini dah tak larat sangat dengan fikiran teringat dekat tugasan yang tidak selesai mencari bahan-bahan rujukan kurikulum dan tengok anak-anak serta suami dengan memikirkan pagi besok tinggal rm 5 sahaja dicampur tolak semua bayaran itu sahaja yang tersisa..dengan kehabisan barang-barang dapur tiba-tiba terdengar sayup suara memanggil "ustzh.berkali- berkali dengan ketukan dipintu , rupa-rupanya ada hamba Allah datang dengan menyuarakan 'Suami ustzh kan sakit ni ada duit orang infakkan kat ustz.". tiba-tiba sahaja hati ini menjadi sayu, sebak ya Allah engkau amat menyanyangi hambaMu ini.. Kau hantarkan rezeki tanpa disangka-sangka disaat hambaMu kesusahan Engkau permudahkan .. saat itulah diri ini tidak pernah gundah gulana dan resah apabila diuji dengan berbagai ujian namun hati ini tetap yakin pertolongan Allah itu ada bersama-sama orang yang sabar yang penting jangan cepat berputus asa, kecewa, tenang sahaja menghadapinya..
Hidupku ini kurasakan amat singkat untuk dihitung dengan mengecapi kebahagiaan yang dicari ... bahagia itu bukan pada harta yang dimiliki, bukan pada anak-anak, bukan pada keluarga, bukan pada kerjaya, bukan pada kedudukan ,.. namun bahagia itu terletak pada hati, ikhlas redha ,...tenang apabila menyebut namaNya.. terus hati ini bergetar... ingat padaNya ... takut padaNya... rindu padaNya ...Kau asuhkan diriku ini dengan ujian ... Kau berikan aku kenikmatan dengan ujian Kau ambilkan kembali kesenanganku dengan ujian, Kau berikan kebahagiaan padaku hanyalah untuk pinjaman ... ku diuji lagi dan lagi... tapi hatiku berkata-kata ku layak diuji oleh Mu ya Allah. Disaatku diuji .... ku hiburkan hati ini dengan menghayati kisah teladan Nabi Ayub a.s.. dimana isterinya yang sangat tabah dengan ujian ...disini siapa lah aku ..muhasabah diri ini...aku nekad ... aku redha...ku berjanji pada diri ku .. ku akan jaganya samapi akhir hayatku... Allah Maha Mengetahui... isi hatiku... betapa diri ini amat-amat memerlukanNya.. disaatku susah, derita sedih, gembira Kaulah tempatku merayu , merintih mengadu, tempatku luahkan segala-galanya... hatiku puas ku menangis semahu-mahunya... biarlah setiap insan tidak mengetahuinya rintihan hati kecilku menangis.... Aku tidak malu menagis padaNya ,.. sebabNya Dialah yang Maha Memahami setiap rayuan rintihan hambaNya yang hina ini ..Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ..
Masih terbayang lagi di fikiran ini seperti baru semalam di lalui... ingatan ini sampai akhirnya tidak akan terpadam... Insan yang mengalami ujian seperti ini akan memahami "ibarat mata memandang berat lagi bahu memikul".Kehilangan orang yang disayangi dipisahkan disebabkan Allah lebih menyanyanginya tidak sama dengan perpisahan sesama sendiri di dunia ini. Tiba-tiba sahaja ingatan ini datang mencengkam diri ini, hati ini menjadi sayu... terbayang satu persatu , dikala tangan ini menyuap makanan ke mulutnya, dikala tangan ini mengusap air ke badannya, dikala mata ini bersengkang menjaganya ... disaat hati ini merintih dengan doa yang tidak putus-putus merayu ... padaMu ringankan kesakitannya Ya Allah.... Ku tak terdaya melihatnya ... tapi ku mohon padaMu tetaplah kesetiaanku ini menjaganya hingga ke akhirnya,,.. dikala tangan ini mengambil wudhu' untuknya tidak putus-putus doaku ...panjatkan padaMu ..lihatlah hambaMu ini .... ringankanlah, kurangkanlah sakitnya... dikala tangan ini menyucikan najisnya tanpa jemunya... teringatku pada kata-katanya "maafkan abang dik tak sempat nak mengensut kaki sakit",, ku hanya tersenyum.dengan jawapan " tak apa bang inikan tanggungjawab dik"..kulihat airmatanya bergenang .kuhiburkan hatinya dengan kata-kata "abang jangan bimbang isteri abang ni kan kuat jaga abang sampai akhir hayat tau".Aku tak akan mengeluh ku tahu bukan senang nak dapat pahala disisi Allah..Ku kenalah bersabar, bersabar, bersabar... sehinggalah sabar itu menjadi indah, tenang , manis . Orang yang bersabar menghadapi ujian sahaja akan tahu nikmat sabar...
Sekarang kenangan manis itu tetap tersimpan kemas dimemori ku ini , teringat waktu bersama-sama denganya... sentiasa solat berjamaah ,, lepas maghrib baca Quran sama-sama, saling bermaafan ketika menyedari kesalahan masing-masing ... tapi hanya seketika sahaja Allah pinjamkan kemanisan itu ... Allah takdirkan padaku pasangan yang mengidap penyakit sebagai ujian untukku, kuredha... atas ketentuanNya. Allah jodohkan ku itu adalah terbaik bagi ku... walaupun ada kelemahan tapi disebaliknya ada kelebihan... dimana kekuatan agama menjadi tunjang itulah kebahagiaannya.. walaupun selama lima tahun ku menjaganya, ketika sakit .. kuingat selama lima tahun jugalah dia sebagai seorang suami ketika sihat menjagaku dengan baik sekali.. amal syariat dijaganya.. sebaik mungkin hatta bab berpakaian, pergaulan,pertuturan amat dijaga menepati syariat ..hati ini amat bersyukur sangat-sangat Allah pertemukan dengannya walaupun bukan berstatuskan gelaran "ustaz".
Tapi kini kenangan tetap kenangan... kulihat wajah anak-anak..ingatanku mengimbas kembali disaatku diuji dengan kesusahan, putus bekalan makanan, pernah kehabisan wang , kehabisan beras, milo, gula , tapi Allah tidak akan membiarkan hambaNya berada dalam kesedihan.. ku yakin Allah bersama-sama orang yang sabar , tidak bersangka buruk , Allah sayang pada hambaNya ini ..ku yakin Allah Maha Menolong mendengar rintihan hambanya ini.. memang betul apa yang kita yakin mengharap pertolongan Allah semata-mata ... akan datang pertolongan Allah tanpa disangka-sangka Sehingga hati ini tidak ada sedikit pun rasa risau gundah, tenang sahaja hati ini sebab ku yakin Allah tidak akan membiarkan hambaNya ini berduka sengsara, kumasih ingat lagi ada hamba Allah datang ke rumah mengetup pintu pada waktu malam jam 10.lebih waktu itu mata ini dah tak larat sangat dengan fikiran teringat dekat tugasan yang tidak selesai mencari bahan-bahan rujukan kurikulum dan tengok anak-anak serta suami dengan memikirkan pagi besok tinggal rm 5 sahaja dicampur tolak semua bayaran itu sahaja yang tersisa..dengan kehabisan barang-barang dapur tiba-tiba terdengar sayup suara memanggil "ustzh.berkali- berkali dengan ketukan dipintu , rupa-rupanya ada hamba Allah datang dengan menyuarakan 'Suami ustzh kan sakit ni ada duit orang infakkan kat ustz.". tiba-tiba sahaja hati ini menjadi sayu, sebak ya Allah engkau amat menyanyangi hambaMu ini.. Kau hantarkan rezeki tanpa disangka-sangka disaat hambaMu kesusahan Engkau permudahkan .. saat itulah diri ini tidak pernah gundah gulana dan resah apabila diuji dengan berbagai ujian namun hati ini tetap yakin pertolongan Allah itu ada bersama-sama orang yang sabar yang penting jangan cepat berputus asa, kecewa, tenang sahaja menghadapinya..
Wednesday, 6 April 2011
Akulah Ibu Akulah Ayah......Akulah guru akulah murid
Fasa 1
Sekembali dari tugas hakiki , disambut ria oleh permata hati , muka nya berseri seronok ceria,ku disambut dengan salam ciuman dari adik dahulu ,along kemudian ..... tak sempat melangkah soalan demi soalan diajukan tidak sabar nak luahkan . ...aku tersenyum ......dalam hati apa cerita lagi hari ini .......nak jawab fikir dulu, mengah sehari di tempat kerja tak hilang lagi ..... kurenungkan mata anak satu persatu.... hilang penat timbul tenang...inilah rahmat hidupku........ sebagai ibu sebagai ayah ......ku kuatkan semangat .... biar nampak kuat serlah ketabahan menjadi kunci pertahanan,kesabaran tetap diutamakan...
Ketika along siapkan makanan adik lontarkan soalan ..."ummi nape kawan-kawan adik ada rumah besar ada kolam ikan cantiiiik.... kenapa kita tak ada ye ? tidak sempat ku jawab adik menjawab sendiri la pulak op.. kita orang susah mi......ya....matanya dibulatkan keningnya terangkat ....along mencelah "eh, adik ni soalan itu pulakditanyakan dah makan ni penat along buatkan tau".....ummi makan... pelawa along padaku... along makanlah dulu ... ummi tak ada selera nak makan .. makanlah ye saja je ku naktengok reaksi anakku ini apa tindakannya .... apabila makanan yang dihidangkan itu tak kuusik ... dengan cepat tangannya seperti biasa menyuapkan kemulutku ..makanlah ummi rasa sikit je sikitje.....tak baik tau ummi tak rasa sedap ni rugi tak rasa..... kujawab ye laaaaa., bestnya anak ummi masak ....
Adik masih tanya soalan yang sama nak juga jawapan dari umminya. memang beginilah setiap petang menunggu waktu maghrib ku sekeluarga menjamu selera apa yang ada.... sambil menyiapkan makan malam nasi putih , ikan selar goreng kegemaran adik tomyam kegemaran along .kedengaran adik dan along bersembang mengenai miskin dan kaya , tercuit hatilah pulak dengan soalan dan jawapan adik yang terpacul dati mulutnya...'ummi, kita miskinkan tapi kita kaya tau ummi naktau kita kaya apa kita kaya senyum, kita kaya hati .... lepastu adik gelak besar disambut derai tawa along ... tiba-tiba hatiku tersentuh dengan kata-kata anakku yang baru darjah satu ni.. entah mengapa datang perasaan sayu, sebak menyelinap dijiwa ini ... anakku yang kecil ini boleh memahami maksud sebenar "kaya"..... ketika menjamu selera dihadapan rezeki ..anak-anaku tak lupa ucapkan terima kasih ummi.... terima kasih ummi ...itulah ucapan yang selalu dituturkan ...sejuk hatiku.. mendengarnya... itulah ajaran yang ku ajarkan ketika dari kecil lagi, selalu ingatkan rezeki datangnya dari Allah , Ummi hanya bagikan apa yang termampu oleh ummi untuk anak-anak ummi ..along dan adik dapat memahaminya... makan apa yang ada..... sekadar rezeki ..biar sedikit menunya tapi berkat ..Amin... Alhamdulillah ...along menjawab . .
Sekembali dari tugas hakiki , disambut ria oleh permata hati , muka nya berseri seronok ceria,ku disambut dengan salam ciuman dari adik dahulu ,along kemudian ..... tak sempat melangkah soalan demi soalan diajukan tidak sabar nak luahkan . ...aku tersenyum ......dalam hati apa cerita lagi hari ini .......nak jawab fikir dulu, mengah sehari di tempat kerja tak hilang lagi ..... kurenungkan mata anak satu persatu.... hilang penat timbul tenang...inilah rahmat hidupku........ sebagai ibu sebagai ayah ......ku kuatkan semangat .... biar nampak kuat serlah ketabahan menjadi kunci pertahanan,kesabaran tetap diutamakan...
Ketika along siapkan makanan adik lontarkan soalan ..."ummi nape kawan-kawan adik ada rumah besar ada kolam ikan cantiiiik.... kenapa kita tak ada ye ? tidak sempat ku jawab adik menjawab sendiri la pulak op.. kita orang susah mi......ya....matanya dibulatkan keningnya terangkat ....along mencelah "eh, adik ni soalan itu pulakditanyakan dah makan ni penat along buatkan tau".....ummi makan... pelawa along padaku... along makanlah dulu ... ummi tak ada selera nak makan .. makanlah ye saja je ku naktengok reaksi anakku ini apa tindakannya .... apabila makanan yang dihidangkan itu tak kuusik ... dengan cepat tangannya seperti biasa menyuapkan kemulutku ..makanlah ummi rasa sikit je sikitje.....tak baik tau ummi tak rasa sedap ni rugi tak rasa..... kujawab ye laaaaa., bestnya anak ummi masak ....
Adik masih tanya soalan yang sama nak juga jawapan dari umminya. memang beginilah setiap petang menunggu waktu maghrib ku sekeluarga menjamu selera apa yang ada.... sambil menyiapkan makan malam nasi putih , ikan selar goreng kegemaran adik tomyam kegemaran along .kedengaran adik dan along bersembang mengenai miskin dan kaya , tercuit hatilah pulak dengan soalan dan jawapan adik yang terpacul dati mulutnya...'ummi, kita miskinkan tapi kita kaya tau ummi naktau kita kaya apa kita kaya senyum, kita kaya hati .... lepastu adik gelak besar disambut derai tawa along ... tiba-tiba hatiku tersentuh dengan kata-kata anakku yang baru darjah satu ni.. entah mengapa datang perasaan sayu, sebak menyelinap dijiwa ini ... anakku yang kecil ini boleh memahami maksud sebenar "kaya"..... ketika menjamu selera dihadapan rezeki ..anak-anaku tak lupa ucapkan terima kasih ummi.... terima kasih ummi ...itulah ucapan yang selalu dituturkan ...sejuk hatiku.. mendengarnya... itulah ajaran yang ku ajarkan ketika dari kecil lagi, selalu ingatkan rezeki datangnya dari Allah , Ummi hanya bagikan apa yang termampu oleh ummi untuk anak-anak ummi ..along dan adik dapat memahaminya... makan apa yang ada..... sekadar rezeki ..biar sedikit menunya tapi berkat ..Amin... Alhamdulillah ...along menjawab . .
Tuesday, 5 April 2011
Menolak permusuhan,indahnya diamalkan.
- maafkan tanpa mengira pihak siapa yang benar atau salah
- jika tidak mampu memaafkannya, cepat berlalu dan diam tanpa membalas
- kenangkan detik-detik manis atau kebaikan yang pernah dilalui bersama -sama dengannya
- muhasabah hubungan kita dengan Allah
- mungkin Allah mendidik kita dengan pelbagai kerenah manusia disekeliling kita , keluarga, sahabat, rakan sejawat, jiran tetangga
- sedarlah kita hanya hamba, penuh kekurangan, kelemahan dan kesalahan. kita layak disakiti, disalah tafsirkan dan sebagainya.
Rintihan Hatiku
Aku diuji lagi
aku dicuba lagi
aku diam tak tahu
aku diam membisu
tapi hatiku berbisik
tapi hatiku berdetik
tapi hatiku merintih
tapi hatiku sedih
mulutku tertutup
mulutku terkatup
mulutku mengetap
mulutku merapat
sedih tak kepalang
sedih tak keruang
sedih tak terhalang
sedih tak terhilang
datang lagi ujian
datang lagi cubaan
datang lagi dugaan
datang lagi hampaan
kutabahkan diri
kutabahkan lagi dan lagi
kutabahkan pasti
kutabahkan sendiri
padaMu Ilahi ku merayu
padaMu Ilahi ku merintih
padaMu Ilahi ku berdoa
padaMu Ilahi ku mengharap.....
aku dicuba lagi
aku diam tak tahu
aku diam membisu
tapi hatiku berbisik
tapi hatiku berdetik
tapi hatiku merintih
tapi hatiku sedih
mulutku tertutup
mulutku terkatup
mulutku mengetap
mulutku merapat
sedih tak kepalang
sedih tak keruang
sedih tak terhalang
sedih tak terhilang
datang lagi ujian
datang lagi cubaan
datang lagi dugaan
datang lagi hampaan
kutabahkan diri
kutabahkan lagi dan lagi
kutabahkan pasti
kutabahkan sendiri
padaMu Ilahi ku merayu
padaMu Ilahi ku merintih
padaMu Ilahi ku berdoa
padaMu Ilahi ku mengharap.....
Subscribe to:
Posts (Atom)