Wednesday, 23 November 2011

NIKMATNYA LAPAR

Teringatku dulu-dulu...
Susah itu perit
senang itu manis
sebelum senang
susah dahulu
nyata nikmat selepas diuji

Air menjadi tempat diuji
ku minum air niatnya roti
ku minum air niatnya nasi
ku minum air niatnya kuih

Air untuk dahaga
Namun niatnya lain...
kenyang terasa...
asal je niat itu ada
peduli apa...
nilaian orang tak ke mana
asal diri tahu itu niatnya
yang penting Allah Maha Mengetahui

Akhirnya kenyang juga rasanya ...Air
Alhamdulillah...

HARTA KU BUKAN MILIK KU

Harta ku , Anak-anaku
Anak-anaku hartaku
tapi bukan milikku
Hartaku miliNya


Pinjaman di beri seketika cuma
bukan milikku ...
Jasadku bukan ku punya...
ku lihat jariku bukan ku punya
cantik milikNya

KETENANGAN DI CARI

Keheningan malam dinanti
dibasahi dengan air suci
bersujud mencari ketenangan hati
Tidak sabar untuk bertemu
berbicara, muhasabah diri
merintih... merayu...

Itu sudah pasti
Engkau Maha Mengetahui
hambaMu ini...
hambaMu ini ingin mengadu
bergetar jantungnya merinduiMu
HambaMu ini lemah
hambaMu ini hina Selayaknya diuju sedemikian rupa
hambaMu ini kesedihan

Ya Allah  itu yang mampu ku sebut
Ya Allah jangan Kau lalaikan diri ini , hati ini
dari mengingatiMu Ya Allah
ketika susah dan senang

ya Allah... Ya Allah ... Ya Allah
Air mata keinsafan
heningnya ... tak tertahan
kerdilnya aku seorang hamba
Air mata bukan paksaan
Air mata mengenangkan layakkah aku...
merinduiNya

JAWAPANNYA "AKU BUKANNYA HEBAT KAU TERSALAH ORANG NI"

Suatu kisah
ambil iktibar
untuk sang bertanya
ingin tahu
ingin jawapan

Tempatnya mesti bertanya
namun pertanyaan
tetap di hati
suatu terjadi
tidak diduga

Diluahkan pertama kali
jawapan diberi
panjang lebar
pertukaran ,perkongsian ilmu
dihangatkan

pertanyaan kali ke dua
muqaddimah bermula
di salah anggap
disalah erti
tinggi suara bukan kepalang

Pertanyaan terhenti
luahan tertutup
sang bertanya
menjadi kaku
keluhan hati bermula

Adakah hinanya seorang penanya?
diherdik sedemikian rupa
luarannya memang teserlah
kehebatan majlis ilmu
sebab itu penanya ingin bertanya

Tetapi lain jadinya
Apakah anggapan disalah erti?
sehingga ada disalah tafsiran
penanya terkedu
Tempatnya hanya Satu
padamu Allah dimuhasabahkan diri...
TempatMu Allah selayaknya ku merintih, mengadu

HATIKU BERKATA-KATA

Apabila hati terguris
mudah disakiti
tanpa disedari
Lahiriah nampak sempurna
nilaian manusia elok sahaja

Tidak ada cacat cela
pada pandangan biasa
namun hakikatnya
tutur bicara
tetap tidak dijaga

di mana adab sopan
sedangkan Rasul Akhlaknya Al-quran
menjadi teladan
sepanjang zaman

Laluan hidup penuh diuji
inikan pula ummatnya...
Apa susah ikut sahaja teladan
Junjungan kita
habis cerita

Tapi...
Lain dapat lain dibuatnya...
Renubg-renung
tak kemana juga
kembali ke tempat
kekal abadi

nun di sana baru bermula
Apakah ini?
Baru tahu apa itu suruhan?
Apa itu larangan?
Sudah terlambat untuk dibaiki
sesal dahulu pendapatan
sesal kemudian tidak ada maknanya...