Ruti harianku dilalui dengan penuh semangat, walaupun tugasan demi tugasan kena siapkan... hari ini ku dikejutkan dengan kehadiran bekas muridku yang lama tak ketemu.. tiba-tiba je rasa sebak,
Kenangan 2007 mengimbau kembali...
"Ustazah nak minta tolong boleh tak?".. ku jawab boleh je... Insya Allah ... nak duit rm5.00 boleh tak? hah nak buat apa dengan duit tu... tanyaku... adaleh... ok bagitau betul-betul dengan ustazah kataku... ala... nak beli bahan projek untuk pendidikan seni.. oh ..jawabku...tunggu... tau... ku bergegas ke pejabat mengambil wang tersebut... dan menyerahkan padanya... dengan muka yang penuh ceria, peluh didahi , lencun bajunya ku tengok , kayuh basikal bukan main laju lagi....
Sedar tak sedar masa berlalu sekejap sahaja, pada suatu petang, selesai kelas sesi petang, ku dikejutkan dengan suatu suara, Assalamualaikum ustazah?... Waalaikumussalam ku menoleh Ei awak ... dah besar panjang rupanya .. jelita lagi ada... muridku tersipu malu... Em apa khabar? Alhamdulillah... sihat katanye sambil menghulurkan padaku sekeping not rm5. 00 . ku terkejut apa ni?.. Ala ustazah jangan lah buat-buat lupa ingat tak dulu-dulu masa saya darjah lima minta duit dengan ustazah? Ku tergelak besar sambil menyebut namanya... sayang anak muridku anakku sayang... em... tak perlu ganti... ustazah dah bagi.. ikhlas menolong... kan muridku anakku sayang ku ulang kataku itu... tanpa ku sedari muridku ... menyapu titisan jernih dipipinya.. lantas ku bertanya .. kenapa ni... Em jawabnya Allah sahajalah yang membalas budi baik ustazah selama ni... aku terharu mendengarnya...lantas ku peluknya... dan ku katakan padanya... "Tak bernilai wang ringgit berbanding dengan kasih sayang seorang guru untuk anak didiknya... ingatlah ...ustazah nak anak ustazah ni berjaya dunia akhirat je... tak nak minta apa-apa pun yang penting gembira anak didik ustazah gembiralah ustazah , berjaya anak didik ustazah berjayalah ustazah... dia mengangguk sambil menyapu kelopak mata yang digenangi titisan jernih... ku berdoa dalam hati... Ya Allah ya Tuhan ku, jadikanlah anak didik ku anak yang Solihah... berjaya di dunia Akhirat....
Saturday, 16 March 2013
Tuesday, 13 December 2011
KU DIUJI LAGI
Ya Allah...
Aku tertipu lagi ya Allah,sedih sangat-sangat. Mengapakah ada yang sanggup memungkiri janji , janji dipermainkan,Ya Allah tidak tertanggung aku dibuatnya... Ya Allah adakah ini caranya diuji olehMu Ya Allah,
Ya Allah, alangkah indahnya janji setiap janji yang ku terima itu dikotakan... ya Allah ku percaya kata-kata mereka, ...walaupun kususah namun ku buat-buat mampu, ku yakin dengan janjiMu ya Allah lagi susah lagi kena menolong yang berada dalam kesusahan.
Ya Allah... ku percaya dengan kata-kata mereka... sanggup ku korbankan demi menolong... tetapi mereka, berjanji tinggal janji. Ku tunggu... ku tungu dan tunggu tidak kunjung tiba, sedangkan aku sangat-sangat memerlukannya... ku mahu dan mohon mereka mudah sebagaimana mudahnya ku menolong mereka ... sanggupku dan anak-anak hidup susah demi membantu .Kesusahan tolak tepi anaku cukup faham katanya kita kaya senyum, kaya hati,,, gembira selalu walaupun pahit, tenang jiwaku anakku memahaminya.
Ya Allah akhirnya gugur juga manik-manik menitis kelopak mataku ini rupanya tak tertahan juga perasaanku ini dikala sujud padaMu Allah, disaat keampunan ku pinta... ampunkan hambaMu ini ya Allah... Ampunkan dosa-dosaku ya Allah... Berat rasanya... tidak tertanggung diri ini...\Dari kecil hingga dewasa bersilih ganti ujian demi ujian dilalui.... ku kenal erti kesusahan... ketika remaja hidupku penuh liku dengan onak dan duri,
Ya Allah, ku diuji lagi... senyum dari dalam selepas kepahitan ditelan sepahit-pahitnya. ya Allah orang yang kukenali dekat dan jauh , rupanya ada segelintirnya mengambil kesempata diatas kelemahanku yang , lembut dan tak tegas , buat baik tak kira diri,... kurenung anak-anaku yan bergelar yatim... hakmu pun diambilnya... ya Allah jerit batinku ... ku hanya mampu merintih , merayu padaMu ... hanyalah bisikan hati kecilku menyusup disanubari.Allah Ada , Allah Ada. Allah tempat untuk merintih hatiku berkata-kata,.. ku tertunduk lesu... apapun terjadi ku hanya ada Allah tempatku meluahkan segalanya... ya Allah,... bertuahnya diri ini dikala kesedihan ini yang menyelubungi jiwa ini... tenang jiwa ini menyebut dengan mata hati nama Mu ya Allah.
YaALLAH KUSABAR LAGI YA ALLAH, SABAR, SABAR, ITU YANG MAMPU KUTITIPKAN...
Ya Allah padaMu jua ku merintih , ku redha ya Allah kau ujiku dengan ujian ini... tetekala harta kesayanganku menjadi semacam harta mereka... ya Allah... ku yakin Kau akan memberi yang lebih baik untukku...hatiku hanya mengharap pada Mu ya Allah ... ku pasrah...
Aku tertipu lagi ya Allah,sedih sangat-sangat. Mengapakah ada yang sanggup memungkiri janji , janji dipermainkan,Ya Allah tidak tertanggung aku dibuatnya... Ya Allah adakah ini caranya diuji olehMu Ya Allah,
Ya Allah, alangkah indahnya janji setiap janji yang ku terima itu dikotakan... ya Allah ku percaya kata-kata mereka, ...walaupun kususah namun ku buat-buat mampu, ku yakin dengan janjiMu ya Allah lagi susah lagi kena menolong yang berada dalam kesusahan.
Ya Allah... ku percaya dengan kata-kata mereka... sanggup ku korbankan demi menolong... tetapi mereka, berjanji tinggal janji. Ku tunggu... ku tungu dan tunggu tidak kunjung tiba, sedangkan aku sangat-sangat memerlukannya... ku mahu dan mohon mereka mudah sebagaimana mudahnya ku menolong mereka ... sanggupku dan anak-anak hidup susah demi membantu .Kesusahan tolak tepi anaku cukup faham katanya kita kaya senyum, kaya hati,,, gembira selalu walaupun pahit, tenang jiwaku anakku memahaminya.
Ya Allah akhirnya gugur juga manik-manik menitis kelopak mataku ini rupanya tak tertahan juga perasaanku ini dikala sujud padaMu Allah, disaat keampunan ku pinta... ampunkan hambaMu ini ya Allah... Ampunkan dosa-dosaku ya Allah... Berat rasanya... tidak tertanggung diri ini...\Dari kecil hingga dewasa bersilih ganti ujian demi ujian dilalui.... ku kenal erti kesusahan... ketika remaja hidupku penuh liku dengan onak dan duri,
Ya Allah, ku diuji lagi... senyum dari dalam selepas kepahitan ditelan sepahit-pahitnya. ya Allah orang yang kukenali dekat dan jauh , rupanya ada segelintirnya mengambil kesempata diatas kelemahanku yang , lembut dan tak tegas , buat baik tak kira diri,... kurenung anak-anaku yan bergelar yatim... hakmu pun diambilnya... ya Allah jerit batinku ... ku hanya mampu merintih , merayu padaMu ... hanyalah bisikan hati kecilku menyusup disanubari.Allah Ada , Allah Ada. Allah tempat untuk merintih hatiku berkata-kata,.. ku tertunduk lesu... apapun terjadi ku hanya ada Allah tempatku meluahkan segalanya... ya Allah,... bertuahnya diri ini dikala kesedihan ini yang menyelubungi jiwa ini... tenang jiwa ini menyebut dengan mata hati nama Mu ya Allah.
YaALLAH KUSABAR LAGI YA ALLAH, SABAR, SABAR, ITU YANG MAMPU KUTITIPKAN...
Ya Allah padaMu jua ku merintih , ku redha ya Allah kau ujiku dengan ujian ini... tetekala harta kesayanganku menjadi semacam harta mereka... ya Allah... ku yakin Kau akan memberi yang lebih baik untukku...hatiku hanya mengharap pada Mu ya Allah ... ku pasrah...
Wednesday, 23 November 2011
NIKMATNYA LAPAR
Teringatku dulu-dulu...
Susah itu perit
senang itu manis
sebelum senang
susah dahulu
nyata nikmat selepas diuji
Air menjadi tempat diuji
ku minum air niatnya roti
ku minum air niatnya nasi
ku minum air niatnya kuih
Air untuk dahaga
Namun niatnya lain...
kenyang terasa...
asal je niat itu ada
peduli apa...
nilaian orang tak ke mana
asal diri tahu itu niatnya
yang penting Allah Maha Mengetahui
Akhirnya kenyang juga rasanya ...Air
Alhamdulillah...
Susah itu perit
senang itu manis
sebelum senang
susah dahulu
nyata nikmat selepas diuji
Air menjadi tempat diuji
ku minum air niatnya roti
ku minum air niatnya nasi
ku minum air niatnya kuih
Air untuk dahaga
Namun niatnya lain...
kenyang terasa...
asal je niat itu ada
peduli apa...
nilaian orang tak ke mana
asal diri tahu itu niatnya
yang penting Allah Maha Mengetahui
Akhirnya kenyang juga rasanya ...Air
Alhamdulillah...
HARTA KU BUKAN MILIK KU
Harta ku , Anak-anaku
Anak-anaku hartaku
tapi bukan milikku
Hartaku miliNya
Pinjaman di beri seketika cuma
bukan milikku ...
Jasadku bukan ku punya...
ku lihat jariku bukan ku punya
cantik milikNya
Anak-anaku hartaku
tapi bukan milikku
Hartaku miliNya
Pinjaman di beri seketika cuma
bukan milikku ...
Jasadku bukan ku punya...
ku lihat jariku bukan ku punya
cantik milikNya
KETENANGAN DI CARI
Keheningan malam dinanti
dibasahi dengan air suci
bersujud mencari ketenangan hati
Tidak sabar untuk bertemu
berbicara, muhasabah diri
merintih... merayu...
Itu sudah pasti
Engkau Maha Mengetahui
hambaMu ini...
hambaMu ini ingin mengadu
bergetar jantungnya merinduiMu
HambaMu ini lemah
hambaMu ini hina Selayaknya diuju sedemikian rupa
hambaMu ini kesedihan
Ya Allah itu yang mampu ku sebut
Ya Allah jangan Kau lalaikan diri ini , hati ini
dari mengingatiMu Ya Allah
ketika susah dan senang
ya Allah... Ya Allah ... Ya Allah
Air mata keinsafan
heningnya ... tak tertahan
kerdilnya aku seorang hamba
Air mata bukan paksaan
Air mata mengenangkan layakkah aku...
merinduiNya
dibasahi dengan air suci
bersujud mencari ketenangan hati
Tidak sabar untuk bertemu
berbicara, muhasabah diri
merintih... merayu...
Itu sudah pasti
Engkau Maha Mengetahui
hambaMu ini...
hambaMu ini ingin mengadu
bergetar jantungnya merinduiMu
HambaMu ini lemah
hambaMu ini hina Selayaknya diuju sedemikian rupa
hambaMu ini kesedihan
Ya Allah itu yang mampu ku sebut
Ya Allah jangan Kau lalaikan diri ini , hati ini
dari mengingatiMu Ya Allah
ketika susah dan senang
ya Allah... Ya Allah ... Ya Allah
Air mata keinsafan
heningnya ... tak tertahan
kerdilnya aku seorang hamba
Air mata bukan paksaan
Air mata mengenangkan layakkah aku...
merinduiNya
JAWAPANNYA "AKU BUKANNYA HEBAT KAU TERSALAH ORANG NI"
Suatu kisah
ambil iktibar
untuk sang bertanya
ingin tahu
ingin jawapan
Tempatnya mesti bertanya
namun pertanyaan
tetap di hati
suatu terjadi
tidak diduga
Diluahkan pertama kali
jawapan diberi
panjang lebar
pertukaran ,perkongsian ilmu
dihangatkan
pertanyaan kali ke dua
muqaddimah bermula
di salah anggap
disalah erti
tinggi suara bukan kepalang
Pertanyaan terhenti
luahan tertutup
sang bertanya
menjadi kaku
keluhan hati bermula
Adakah hinanya seorang penanya?
diherdik sedemikian rupa
luarannya memang teserlah
kehebatan majlis ilmu
sebab itu penanya ingin bertanya
Tetapi lain jadinya
Apakah anggapan disalah erti?
sehingga ada disalah tafsiran
penanya terkedu
Tempatnya hanya Satu
padamu Allah dimuhasabahkan diri...
TempatMu Allah selayaknya ku merintih, mengadu
ambil iktibar
untuk sang bertanya
ingin tahu
ingin jawapan
Tempatnya mesti bertanya
namun pertanyaan
tetap di hati
suatu terjadi
tidak diduga
Diluahkan pertama kali
jawapan diberi
panjang lebar
pertukaran ,perkongsian ilmu
dihangatkan
pertanyaan kali ke dua
muqaddimah bermula
di salah anggap
disalah erti
tinggi suara bukan kepalang
Pertanyaan terhenti
luahan tertutup
sang bertanya
menjadi kaku
keluhan hati bermula
Adakah hinanya seorang penanya?
diherdik sedemikian rupa
luarannya memang teserlah
kehebatan majlis ilmu
sebab itu penanya ingin bertanya
Tetapi lain jadinya
Apakah anggapan disalah erti?
sehingga ada disalah tafsiran
penanya terkedu
Tempatnya hanya Satu
padamu Allah dimuhasabahkan diri...
TempatMu Allah selayaknya ku merintih, mengadu
HATIKU BERKATA-KATA
Apabila hati terguris
mudah disakiti
tanpa disedari
Lahiriah nampak sempurna
nilaian manusia elok sahaja
Tidak ada cacat cela
pada pandangan biasa
namun hakikatnya
tutur bicara
tetap tidak dijaga
di mana adab sopan
sedangkan Rasul Akhlaknya Al-quran
menjadi teladan
sepanjang zaman
Laluan hidup penuh diuji
inikan pula ummatnya...
Apa susah ikut sahaja teladan
Junjungan kita
habis cerita
Tapi...
Lain dapat lain dibuatnya...
Renubg-renung
tak kemana juga
kembali ke tempat
kekal abadi
nun di sana baru bermula
Apakah ini?
Baru tahu apa itu suruhan?
Apa itu larangan?
Sudah terlambat untuk dibaiki
sesal dahulu pendapatan
sesal kemudian tidak ada maknanya...
mudah disakiti
tanpa disedari
Lahiriah nampak sempurna
nilaian manusia elok sahaja
Tidak ada cacat cela
pada pandangan biasa
namun hakikatnya
tutur bicara
tetap tidak dijaga
di mana adab sopan
sedangkan Rasul Akhlaknya Al-quran
menjadi teladan
sepanjang zaman
Laluan hidup penuh diuji
inikan pula ummatnya...
Apa susah ikut sahaja teladan
Junjungan kita
habis cerita
Tapi...
Lain dapat lain dibuatnya...
Renubg-renung
tak kemana juga
kembali ke tempat
kekal abadi
nun di sana baru bermula
Apakah ini?
Baru tahu apa itu suruhan?
Apa itu larangan?
Sudah terlambat untuk dibaiki
sesal dahulu pendapatan
sesal kemudian tidak ada maknanya...
Subscribe to:
Posts (Atom)